Kamis, 13 Oktober 2016

Kampung kota Adalah wajah kota sejati




Kampung kota adalah wajah kota sejati. Di kampung kota, batas-batas rasis - kelas dan kesenjangan raga-sosial diterabas. Kampung kota adalah habitat majemuk dan dinamis dari manusia-manusia penyintas yang gigih dan ulet. Upaya gentrifikasi yang dilakukan A Hok, dan membuat hunian yang homogen dan memusnahkan kampung-kampung kota semacam ini apa bedanya dengan upaya penyeragaman praktek beragama.

sebuah tulisan ungkapan dari Dargombes menuangkan cara berfikir yang unik tapi kritis....
Tukang sayur berjualan di gang-gang kampung, tukang odong-odong menawarkan jasa untuk menghibur para bocah, jemuran menempel tembok menunggu kering, para bapak bercengkerama di depan rumah sempit membicarakan sepakbola dan biaya makan yang semakin mahal. 

balasan ungkapan yang juga unik tapi menohok bagi kaum yang sok benar dan pintar
pemikiran "yg kumuh harus digusur atau dirusunkan" apa bedanya ya dg "yg kafir harus ditumpas atau dimualafkan"?

sebuah perbincangan yang unik yang berada pada sudut pandang yang kurang lebih sama tapi tempat duduk yang berbeda... komunitas manusia manusia yang bebas dalam menuangkan pikirannya... 
bahwa kemerdekaan sejati itu haruslah dipunyai dlam setiap individu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar